Tulisan ke 2 saya adalah ttg Konsep IBD dlm kesusastraan. Seperti yg
pada tugas telah dijelasknan panjang lebar, saya hanya akan menceritakan
pengalaman dalam topik ini.
Sewaktu saya menduduki bangku SMP, saya diajar oleh seorang guru yang
bernama Pak Nardi, yang mengajar bahasa Indonesia. Saya sangat menyukai
cara beliau mengajar, bahkan dalam mendidik anak-anaknya begitu keras
namun perhatian. Pernah suatu kali aku berpikir, untuk meneruskan bidang
saya dalam dunia Kesusastraan Indonesia karena beliau. Saya ingin
sekali masuk ke perguruan tinggi jurusan Sastra Indonesia. Karena tidak
hanya dalam cara beliau mengajar, tetapi saya mengetahui bahwa Indonesia
kaya akan budaya yang begitu indah. Saat beliau menerangkan tentang
pokok bahasan Novel dan Karya Sastra Buku, saya melihat bahwa
tulisan-tulisan indah dari penulis membuat saya suka membuat
cerpen-cerpen dengan bahasa yang cukup baku. Tidak hanya itu, beberapa
penulis idola saya seperti Kahlil Gibran sangat menjunjung tinggi bahasa
dan kiasan-kiasan. Yang saya lihat disini, penulis bukan hanya dari 1
daerah sehingga mayoritas atau semua penulisnya berasal dari budaya yang
sama, tetapi dari semua budaya. Kata-kata yang tidak diperkenankan
seperti menghina, mengejek, menyindir atau yang lainnya dalam membuat
karya tulis itu tidak diperkenankan, sehingga penulis harus bisa
menghargai. Itulah menurut saya mengapa budaya tidak hanya berpengaruh
dalam lingkup lingkungan atau hal lainnya, tapi dalam sastra budaya pun
sangat berpengaruh dalam kehidupan ini.
Demikian pengalaman saya pada topik ini, kiranya dapat memberi pencerahan tentang Konsep IBD dalam Kesusastraan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar