Selasa, 27 November 2012

Organisasi renang



Organisasi Renang

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang.
Renang telah dikenal sejak masa prasejarah. Lukisan dari Jaman Batu telah ditemukan di dalam “gua para perenang” dekat Wadi Sora (atau Sura) dibagian barat-daya Mesir.
Pada tahun 1538 Nicolas Wynman, Profesor bahasa berkebangsaan Jerman, menulis buku renang pertama kali, “Colymbetes”. Kompetisi renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800, sebagian besar menggunakan gaya dada.
Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh John Arthur Trudgen, menirunya dari Orang Amerika asli. Renang menjadi bagian dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun 1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk. Gaya kupu-kupu pertama kali merupakan variasi dari gaya dada, sampai akhirnya ia diterima sebagai gaya yang terpisah pada tahun 1952.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimanamana caranya supaya mahasiswa termotifasi untuk meraih prestasi dalam olah raga renang ?

BAB II
PEMBAHASAN

Perkembangan renang di Indonesia Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita telah ada beberapa kolam renang yang indah dan baik. Akan tetapi pada waktu itu, kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk belajar berenang tidak mungkin. Hal ini disebabkan setiap kolam renang yang dibangun hanyalah diperuntukkan bagi para bangsawan dan penjajah saja.Memang waktu itu ada juga kolam renang yang dibuka bagi masyarakat banyak, akan tetapi harga tiket masuk sedemikian tingginya, sehinggara para pengunjung tertentu tidak bisa membayar tiket masuk untuk berenang.
Salah satu dari sekian banyak kolam renang yang dibangun setelah tahun 1900 adalah kolam renang Cihampelas di Bandung yang didirikan pada tahun 1904. Sesuai dengan tempat kelahiran kolam renang Cihampelas, maka awal dari kegiatan olahraga renang di Indonesia dapat dikatakan mulai dari Bandung.
Pertama-tama berdiri perserikatan berenang diberi nama Bandungse Zwembond atau Perserikatan Berenang Bandung, didirikan pada tahun 1917, perserikatan ini membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalah perkumpulan renang di lingkungan sekolah seperti halnya OSVIA, MULO dan KWEEKSCHOOL.
Selain Bandung, Jakarta dan Surabaya juga mendirikan perkumpulan-perkumpulan berenang dalam tahun yang sama. Kemudian barulah di tahun 1918 berdiri West Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa barat dan pada tahun 1927 berdiri pula Oost Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa Timur yang beranggotakan kota-kota seperti : Malang, Surabaya, Pasuruan, Blitar dan Lumajang. Sejak saat itu pula mulai diadakan pertandingan maupun antar daerah. Bahkan kejuaraan-kejuaraan itu, rekor-rekornya juga menjadi rekor di negeri Belanda.
Dalam tahun 1934, peloncat indah masing-masing Haasman dan Van de Groen, berhasil keluar sebagai juara pertama dan kedua dalam nomor-nomor papan 3 meter dan menara. Pada Far Eastern Games di Manila, Philipina (kini kegiatan itu berkembang menjadi Asian Games sejak tahun 1951). Kedua peloncat itu juga menjadi utusan Hindi Belanda.
Di tahun 1936, Pet Stam seorang Hindia Belanda berdasarkan rekornya 0:59.9 untuk 100 meter gaya bebas yang dicatat di kolam renang Chiampelas Bandung, berhasil dikirim untuk ambil bagian dalam Olimpiade Berlin atas nama negeri Belanda. Dua orang peloncat indah masing-masing Haasman di bagian putera dan Kiki Heckle turut pula ambil bagian dalam Olimpiade Berlin, dimana peloncat putri menduduki urutan ke 8.
Hingga tahun 1940, Nederlands Indishce Zwembond atau NIZB telah beranggotakan 12.00 perenang. Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1943 - 1945, kesempatan untuk bisa berenang bagi bangsa Indonesia semakin besar. Oleh karena pemerintahan pendudukan Jepang, membuka seluruh kolam renang di tanah air untuk masyarakat umum. Periode tahun 1945, perkembangan olahraga renang di tanah air praktis menurun, karena saat itu bangsa Indonesia dalam kancah perjuangan melawan penjajah.
Hingga tanggal 20 Maret 1951, dunia renang Indonesia praktis berada di bawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) dan kemudian sejak tanggal 21 Maret 1951 lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yang kemudian disingkat PBSI. Kongresnya yang pertama di Jakarta, berhasil mengukuhkan Ketua yang pertama, Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dibantu oleh wakil ketua, sekretaris, bendahara dan komisi teknik.
Sejak saat itu, olahraga renang Indonesia setahap demi setahap maju dan berkembang serta selanjutnya dalam tahun 1952, PBSI menjadi anggota resmi dari Federasi Renang Dunia - FINA (singkatan dari Federation Internationale de Nation). dan International Olympic Committee (IOC).
Hingga tahun 1952 telah terdaftar sebanyak 29 perkumpulan, tergabung dalam PBSI. Oleh karena itu kemudian didirikan top-top organisasi olahraga berenang di tingkat daerah. Perkembangan olahraga berenang di Indonesia kian hari kian berkembang, hal ini ditandai dengan penyelenggaraan perlombaan renang hampir setiap tahun di tingkat nasional. Begitu pula halnya dalam setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), cabang olahraga renang menjadi nomor-nomor utama.
Dengan makin berkembangnya prestasi olahraga renang di Indonesia pada tahun 1952, Indonesia mengirimkan duta-duta renangnya ke arena Olympiade di Helsinki, kemudian tahun 1953 kembali Indonesia ambil bagian dalam Youth Festival di Bukarest. Pada tahun 1954 regu polo air Indonesia dikirim untuk mengikuti Asian Games ke II di Manila, Philipina.


Pada tahun 1954, berlangsung kongres PBSI ke II, diselenggarakan di Bandung dengan menghasilkan susunan pengurus yang diketuai oleh D. Seoprajogi, ditambah satu sekretaris, bendahara dan 3 komisi teknik. Kongres PBSI yang ke III diselenggarakan di Cirebon, dimana dalam kongres ini memilih kembali kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap di jabat D. Soeprajogi, ditambah 3 pengurus lainnya.
Untuk ke IV kalinya PBSI menyelenggarakan kongres pada tahun 1957 di Makasar (sekarang Ujung Pandang) Kongres ini menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya memilih susunan kepengurusan yang baru dengan ketua D. Soeprajogi. Kemudian atas permintaan peserta kongres istilah persatuan dalam singkatan PBSI, diganti menjadi Perserikatan. Dengan demikian PBSI dalam hal ini menjadi singkatan dari Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia.
Di tahun 1959 diadakan Kejuaraan Nasional Renang. Kejuaraan ini untuk pertama kalinya mengadakan pemisahan antara Senior dan Junior di Malang, Jawa Timur. Berlangsung pula kongres PBSI ke V, dimana pada kongres itu disamping memilih kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap dipercayakan kepada D. Soeprajogi, juga kongres ini merubah nama Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi Perserikatan Renang Seluruh Indonesia (PRSI).
Perubahan ini timbul dengan pertimbangan bahwa terdapatnya dua induk organisasi olahraga yang mempunyai singkatan sama PBSI. Selain cabang olahraga renang, singkatan ini juga digunakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Pada Kongres di Malang Jawa Timur Ketua PRSI, D. Soeprajogi di dampingi oleh 2 wakil ketua, dua sekretaris, bendahara, pembantu umum ditambah komisi teknik dengan 2 orang anggota.
Kemajuan olahraga renang secara keseluruhan berkembang kian pesat dan dalam tahun 1962, berhasil menampilkan nama-nama besar seperti Achmad Dimyati, Mohamad Sukri di bagian putera, sementara Iris, Tobing, Lie Lan Hoa, Eny Nuraeni serta banyak lagi di bagian puteri. Dalam tahun 1963 di Jakarta, kembali PRSI menyelenggarakan kongres dan berhasil menyusun kepengurusan baru dengan ketua umum D. Soeprajogi. Selanjutnya di dampingi 3 orang ketua, 2 orang renang, loncat indah dan polo air. Keputusan lain yang diperoleh dalam kongres PRSI ke VI itu adalah merubah kembali istilah \"Persatuan\". Hingga sekarang PRSI merupakan singkatan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Meskipun dalam falsafahnya bahwa olahraga itu tidak bisa dikaitkan dengan politik. Namun dalam kenyatannya perkembangan politik di dalam negeri pada waktu itu membawa pengaruh besar terhadap perkembangan olahraga.
Pada tahun 1963 Indonesia harus mengundurkan diri dari pesta olahraga GANEFO, dimana pesertanya ada beberapa negara yang memang belum menjadi anggota FINA. Untuk menghindarkan kemungkinan adanya skorsing, Indonesia dalam hal ini PRSI mengambil langkah pengunduran diri sebagai anggota FINA. Pada tahun 1966, Indonesia kembali menjadi anggota FINA. Pada tahun itu Indonesia mengambil bagian dalam Asian Games ke V di Bangkok.
B. Prestasi Renang Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Internasional
Prestasi peneran Indonesia baik di tingkat Nasional maupung di tingkat Internasional sangat kurang. Menurut pengamat olahraga nasional  mengenai penyebab menurunnya prestasi renang, wartawan tabloid olahraga “Bola”, Ignatius Sunito dan para pengamat olah raga lainnya  mengatakan kalau masalah dana adalah penyebab utamanya. Terbatasnya dana membuat PRSI kesulitan untuk melaksanakan kompetisi renang tingkat nasional seperti dulu lagi, kurangnya rasa nasionalisme pemain, kurangnya manajemen dalam Official, kurangnya disiplin . Atlet renang Indonesia pernah mencapai prestasi yang membawa nama bangsa harum di dunia Internasional. Pada tahun 1977 sampai tahun 2003, renang Indonesia mampu mengharumkan nama bangsa, baik itu di tingkat Asean maupun Asia. Setelah itu, tidak ada satupun medali dan juga prestasi yang diperoleh dari olahraga air ini.
B.     Manfaat renang Bagi Kesehatan.
Olahraga Renang adalah salah satu olahraga yang menyenangkan sekaligus sangat efektif dan optimal untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Namun sayangnya, olahraga ini biasanya dilakukan hanya pada waktu berlibur atau waktu senggang saja. Padahal, banyak manfaat yang akan dirasakan jika melakukannya dengan rutin.
Albert M. Hutapea dalam bukunya “Menuju Gaya Hidup Sehat” mengungkapkan, penelitian selama 16 tahun terhadap 17.000 alumnus Universitas Harvard menunjukkan, mereka yang tidak aktif berolahraga (yang membakar tidak lebih dari 500 kalori per minggu dalam kegiatan olahraga) lebih cenderung mengidap penyakit jantung.
Karena itu, olahraga adalah sebuah keharusan dalam hidup kita. Olah raga mesti dijadikan bagian dari gaya hidup. Apalagi renang, hampir semua otot tubuh terlibat di saat melakukan renang. Kelompok otot-otot besar akan digunakan, seperti otot perut, otot lengan, pinggul, pantat dan paha. 8-)

Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang jg merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin.
BAB III
PENUTUP


A.    Kesimpulang.

Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1.      Indonesia adalah Negara Kepulauan dimana daerah perairan lebih luas daripada daratan. Oleh sebab itu sudah seharunya  banyak muncul atlet renang yang lahir untuk mendapat prestasi di kancah internasional.
2.      Untuk meningkatkan prestasi atlet renang Indonesia maka yang perlu diupayakan adalah : meningkatkan manajemen di official, membangkitkan rasa nasionalisme, meningkatkan disiplin, dan mengadakan sosialisasi/motifasi di tingkat sekolah bahwa Indonesia memiliki peluang dalam merah prestasi di kancah internasional.
3.      Olahraga renang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

B.     Saran – saran

1.      Dalam meraih prestasi, hal yang utama yang perlu diperhatikan adalah disiplin
2.      Keberhasilan dicapai bukan hanya dengan bekerja di kantoran atau perusahaan tetapi juga mampu kita capai di dunia olah raga termasuk renang.

Selasa, 02 Oktober 2012



PENGALAMAN DAN PENJALASAN ORGANISASI
             Sebelumnya saya menceritakan pengalaman saya dalam berorganisasi, terlebih dahulu saya jelaskan apa itu pengertian dari organisasi. Organisasi adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama, atau bias juga mempunyai hoby ,visi, misi yang sama.
Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang,material) sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.


Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
1.      Organisasi Menurut Stoner
   Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah                      pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
2.      Organisasi Menurut James D. Mooney
   Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
3.      Organisasi Menurut Chester I. Bernard
   Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.


Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Pengertian organisasi


Organisasi adalah wadah berkumpulnya sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama, kemudian mengorganisasikan diri dengan bekerja bersama-sama dan merealisasikan tujuanya.
Organisasi adalah wadah yang memungkinkan masyarakat dapat meraih hasil yang sebelumnya belum dapat dicapai oleh individu secara sendiri-sendiri. (James L. Gibson, 1986).
Pada dasarnya orang tidak bisa hidup sendiri. Sebagian besar tujuannya dapat terpenuhi apabila ada interaksi sosial dengan orang lain. Sebagai mahluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri karena manusia memiliki kebutuhan terhadap manusia lainnya. Karena itulah biasanya manusia berkumpul dan membentuk kelompok, yang disebut dengan organisasi. Karang Taruna, perusahaan, kerajaan, negara, adalah bentuk-bentuk dari organisasi. Bahkan sebuah organisasi kejahatan pun pada dasarnya juga adalah sebuah organisasi, dimana mereka bergabung dan berkumpul karena memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Organisasi yang paling kecil yang kerap kita jumpai adalah keluarga. Keluarga pada hakikatnya adalah sebuah organisasi. Keluarga adalah satuan organisasi terkecil yang pertama  kali dikenal oleh setiap manusia.



Banyak motivasi yang mendorong seseorang masuk dalam sebuah organisasi. Diantara beberapa motivasi atau tujuan seseorang bergabung ke dalam suatu kelompok organisasi adalah :
1.      Kelompoks atau organisasi sering dipakai untuk memecahkan masalah-masalah.
2.      Mencegah kesepian dan kerenggangan
3.      Kelompok dapat memberikan bantuan pada saat kesusahan / menjumpai masalah
4.      Kelompok dapat memberikan tujuan dan nilai hidup yang lebih baik, perilaku, dan kesetaraan kelompok
5.      Kelompok sosial , kerja dan bermacam-macam kelompk lainnya memberikan prestige, status dan pengakuan.

Macam-macam kelompok:
Menurut Robert Bierstedt, kelompok memiliki banyak jenis dan dibedakan berdasarkan ada tidaknya organisasi, hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran jenis. Bierstedt kemudian membagi kelompok menjadi empat macam:
·      Kelompok statistik, yaitu kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis di antaranya. Contoh: Kelompok penduduk usia 10-15 tahun di sebuah kecamatan.
·      Kelompok kemasyarakatan, yaitu kelompk yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
·       Kelompok sosial, yaitu kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terukat dalam ikatan organisasi. Contoh: Kelompok pertemuan, kerabat.
·      Kelompok asosiasi, yaitu kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran jenis dan ada persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Dalam asosiasi, para anggotanya melakukan hubungan sosial, kontak dan komunikasi, serta memiliki ikatan organisasi formal. Contoh: Negara, sekolah.

 



           Ini dia pengalaman saya dalam berorganisasi. Dulu saya pernah mengikuti organisai di waktu saya SMP, organisasi yang saya ikuti yaitu organisasi Dragon Ball, di organisasi itu kita mempunyai hoby yang sama yaitu sama-sama meyukai film Dragon Ball, banyak hal seru yang saya rasakan saat saya ikut berorganisasi, di sana kita bisa bercanda, mengobrol dengan teman yang mempunyai topic pembicaraan yang sama.
            Awalnya sebelum saya masuk ke dalam organisasi tersbut, saya merasa bosan karna tidak ada teman atau orang yang sama dengan hobyy saya, di saat itu saya ingin sekali ada seseorang yang mempunyai hobby yang sama, biasanya saya setelah menonton film tersebut saya merasa ingin sekali berbicang-bincang mengenai film yang saya tonton tadi. Namun saya tidak mempunyai teman yang sama hobyynya dengan saya.
            Sempat juga saya berfikir apa hobby saya ini terlalu kekanak-kanakan? Karna orang tua saya terutama ibu selalu bilang kepada saya bahwa saya ini sudah besar tidak seharunya kamu menonton film kartun. tapi menurut saya tidak ada salahnya bila saya menonton film kartun. buat saya itu adalah hiburan sejenak untuk melepas penak kita, sebenarnya banyak sekali hal-hal yang kita anggap itu kekanak-kanakan itu bisa membuat kita melepas penak, contohnya ya seperti hoby saya.
            Setelah itu barulah saya menemukan organisasi yang saya inginkan, ya sempat saya merasa senang dan setidaknya saya mempunyai teman yang sama hobyynya dengan saya dan dari situlah saya merasakan enaknya berorganisasi, kita dapat mencurahkan apa yang kita inginkan, apa yang ingin kita sampai kan tanpa kita harus mencari orang yang benar-benar mengerti apa yang kita bicarakan.
            Jadi buat teman-teman jangan takut untuk berorganisasi carilah organisasi yang teman-teman inginkan, memang banyak organisasi yang tidak baik namun banyak juga organisasi yang positif, jadi cobalah berorganisasi agar teman-teman bisa merasakan serunya dan asiknya berkumpul dengan teman-temang yang sama dan satu pikiran dengan kita dan tidak Cuma itu saja enaknya berorganisasi, kita juga bisa mendapatkan banyak teman yang mungkin bukan teman-teman di sekitar lingkungan kita.
            Saran saya ayo teman-teman berorganisasi yang sesuai dengan yang kita inginkan dan saya yakin teman-taman akan merasakan serunya berorganisasi dan mempunyai wawasan yang sangat luas.

 NAMA           : BAYU INDRA PRATAMA
NPM               : 11111427


Sabtu, 30 Juni 2012

Manusia dan Harapan (Tulisan 10) 

 Manusia dengan harapan.
 
Tentu banyak harapan yang dinginkan setiap manusia. Cerita ini adalah pengalaman saya tentang harapan.
Saat ini, yang saya harapkan tentu banyak. Misalnya saja, saya berharap saya bisa lebih dari apa yang ada di diri saya ini. Segala kekuarangan saya tentu ingin saya perbaiki, harapannya. Namun tidak semua dapat terjadi instan dan cepat. Semuanya butuh proses dan tentu kita akan lebih puas dengan hasil yang terproses dengan kerja keras diri kita sendiri. Misalnya saja fisik tubuh. Menurut saya, tubuh saya ini cukup gemuk dari angka normal badan ideal saya. Saya berharap saya memiliki badan yang ideal, namun otulah, proses yang saya butuhkan adalah dengan berolahraga dan membakar lemak-lemak saya.
Tidak hanya saya, orang lain pun mau memiliki badan yang ideal. Oleh karena itu biarkanlah kita mau berproses. Bukan kareana obat-obatan yang mengandung bahan kimia berbahaya yang tadinya kita mau kurus tetapi malah mengakibatkan kematian. Ada juga yang suntik sedot lemak, dan hal-hal praktis lainnyya. Dengan biasakan hidup sehat sudah menjadi hal yang paling benar dalam menjaga dan merawat tubuh kita ini.

Manusia dan Kegelisahan (Tulisan 9) 

 Manusia dan kegelisahan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya tentang menunggu saat-saat atau detik-detik pengumuman ujian nasional. Suatu kegelisahan tersendiri buat saya, karena ujian nasional yang menentukan saya lulus atau tidaknya. Sewaktu menunggu hasil ujian nasional SMP, saya menunggu di depan telephone rumah saya, karena pemberitahuannya lewat telephone rumah. Setiap ada telephone yang masuk saya cemas apakah saya lulus atau tidak. Ternyata Puji Tuhan saya lulus J
Lalu saat saya SMA, pengumuman kelulusan saya beda sistemnya dengan saat saya SMP dulu, semua anak-anak dikumpulkan di lapangan, lalu dibagikan kertas dan maju satu persatu. Saat kita bersama-sama melihat kertas itu, kita akan melihat apakah kita lulus atau tidaknya. Dan Puji Tuhan bahwa saya dinyatakn lulus dan sekolah saya memang lulus 100%.
Sebenarnya banyak kegelisahan-kegelisahan lain yang tidak bisa saya ceritakan satu persatu. Setiap manusia pasti pernah yang merasakan yang namanya gelisah. Tapi kalau kita yakin dengan apa yang kita lakukan adalah sesuatu hal yang benar, tidak perlu gelisah
 Manusia dan tanggung jawab kali ini adalah pengalaman saya tentang bagaimana diberikan tanggung jawab dari hal yang kecil. Kita sebagai anak tentu diberikan tanggung jawab untuk membahagiakan orang tua. Dengan banyak hal kita dapat membahagiakan orang tua, dengan misalnya melakukan yang terbaik dari kita agar mendapatkan nilai yang bagus, mempunyai banyak teman, dan selalu turut apa yang diperintahkan orang tua. Tanggung jawab dari kecil itu lah yang harus terus kita bina samopai tua nanti.
Selanjutnya di sekolah misalnya. Misalnya dikelas kita diberi kuasa sebagai ketua kelas ataupun seksi-seksi lainnya. Kita harus bertanggung jawab pula dalam hal itu. Jika diberi wewenang untu menjadi bendahara misalnya, lakukan tugas untuk menjadi bendahara yang baik, bgitu pula yang lainya.
Lalu pengalaman saya ketka SMA, saya diberi wewenang untuk menjadi ketua paduan suara di sekolah saya, tentu tanggung jawab yang cukup berat bagi saya ketika saat itu saya hanya mejadi siswa biasa-biasa saja.  Dan banyak tanggung jawab lainnya yang harus kita pergunakan sebaik-baiknya untuk bekal di hari tua nanti.

Manusia dan Pandangan Hidup (Tulisan 7) 

Manusia dengan pandangan hidup. Apa yang kalian pikirkan tentang topic ini? Kalau apa yang saya pikirkan tentang pandangan hidup, saya melihat kepercayaan saya terhadap agama saya. Pandangan hidup saya adalah saya mentaati semua ajaran-ajaran yang diajarkan oleh agama saya, yaitu Katolik. Walaupun semua ajaran agama di dunia ini pasti sama. Semua kehidupan yang ada di dunia berasal dari yang diatas. Allah menciptakan manusia, semua manusia yang ada di dunia. Baik cacat, sehat, cantik, tampan, dll. Seperti yang ada di diri saya ini, saya masih mempunyai keluarga yang utuh, teman-teman yang baik, fasilitas-fasilitas yang Tuhan masih berikan pada saya, semua itu tanpa kita sadari datangnya dari yang diatas, melalui perantara-perantara. Dari pada itulah, kita bersyukur atas hidup ini. Jangan sia-siakan hidup ini. Tidak hanya menjaga hidup kita sendiri, tetapi kita juga bisa menjaga hidup orang lain dengan menghargai dan menghormati sesama, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, berbuat baikalah selalu, ikhlaskan segala hal dalam melakukan sesuatu, dan ajaran-ajaran baik lainnya. Percayalah, hidup akan semakin indah pada waktunya

Manusia dan Keadilan (Tulisan 6) 

 Topic yang akan saya bahas kali ini adalah tentang manusia dan keadilan. Menurut kalian, apakah bangsa kita ini sudah cukup adil? Ya, jawabannya belum. Mengapa belum? Karena peraturan di Negara kita ini tidak cukup ketat, sehingga mudah untuk semuanya melanggar dan bahkan kalian kenal saat ini ada yang namanya kasus suap. Ini adalah bibit-bibit ketidak adilan di Negara kita ini.
Pernahkah kalian mendengar tentang seorang anak yang mencuri sandal dan dihukum dengan bertahun-tahun di penjara? Sedangkan seseorang yang melakukan korupsi malah tidak diadili atau lama dalam penanganannya? Kita lihat betapa tidak wajarnya kasus dengan hukumannya dalam 2 kasus tersebut. Tetapi itulah manusia. Sebesar apapun kekuasannya, pasti akan disalahgunakan dengan manusia itu. Sebanyak apapun hartanya, pasti akan disalahgunakan juga. Mereka piker bahwa dengan besarnya kekuasaan atau hartanya semua akan baik-baik saja. Padahal disitulah awal mula keterpurukan, karena masyarakat akan mencibir denan kata-kata pedas. Begitu mudahnya pemerintah sekarang melakukan hal keji tersebut. Kita yang mencari uang, mereka dengan enak ‘memakannya’. Tetapi itulah ‘budaya’ Negara kita. Bisa tidak bisa, mau tidak mau kita hraus menerimanya. Walaupun bisa diperbaiki sedikit demi sdikit, namun lama membersihkannya, karena semua kembali ke pribadi masing-masing.

Manusia dan Penderitaan (Tulisan 5)

 
Sekarang topic yang akan dibahas adalah manusia dengan penderitaan. Kapan terakhir kali kamu merasakan penderitaan? Tentu kapanpun merasakan penderitaan, pasti rasanya akan terus dikenang karena tidak bisa dilupakan. Sama dengan pengalamanku yang akan aku ceritakan.
Saya merasakan penderitaan itu ketika saya sakit demam berdarah saat saya umur 14 tahun. Saat itu saya merasakan gejala-gejala seperti panas, meriang, dll. Saya kira waktu itu hanya masuk angin saja. Setelah seminggu dirumah dan tidak ada perubahan, saya dibawa ke dokter oleh orang tua saya, lalu diberi obat. 3 hari setelahnya kembali saya tidak menunjukan keadaan membaik. Lalu orang tua saya menganjurkan untuk cek darah, lalu ya, saya terkena tifus dan gejala demam berdarah. Langsung orang tua saya membawa saya ke rumah sakit Carolus di daerah Jakarta. Disana saya mendapatkan penanganan yang sangat baik dan ramah-ramah. Tetapi saya sangat menderita, karena selama saya sakit dari hari pertama itulah, saya disuntik sebanyak 9 tusukan di daerah tangan, 25 botol infuse, dan saya saat saya berada di rumah sakit itulah saya hanya bisa terbaring lemas dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Saya merasakan penderitaan yang luar biasa, jelas karena saya tidak bisa mengikuti kegaiatan belajar mengajar di sekolah dan saya harus mengejar ketinggalan saya. Di lain sisi, ketidakberdayaan itu sangatlah tidak enak. Sehat itu mahal harganya. Oleh karena itu jagalah kesehatan kalian dengan rajin-rajin berolahraga, makan makanan yang sehat, minum air putih yang banyak, dan biarlah aura positif kelaur dari diri anda, dengan selalu banyak tersenyum dan mengontrol emosi kalian. Terimakasih sudah membaca 

Manusia dan Keindahan (Tulisan 4) 

 Keindahan adalah anugerah Tuhan yang tak ternilai kita dapatkan setelah kesempurnaan sebagai manusia. Pernah suatu hari saya pergi ke puncak untuk mengadakan acara tahun baru. Sesampainya saya disana saya melihat begitu banyak bunga yang ada di sekitar halaman villa saya. Yang saya pahami dari hal sekecil ini saja, begitu besar karya Tuhan yang hal yang hanya dipandang sekilas oleh beberapa orang saja adalah hal yang sungguh luar biasa, apalagi keindahan-keindahan lainnya. Keindahan yang terlihat jelas disini adalah alam. Begitu Tuhan menciptakan alam yang indah dan manusia harus merawatnya. Namun apakah iya manusia merawatnya? Hanya sebagian kecil dan itupun belum sempurna. Dan bahkan yang ada manusia hanya merusaknya dengan anggapan bahwa nanti alam akan tumbuh dengan sendirinya. Padahal tidak. Walaupun ‘ya’ tetapi manusia harus tetap mendukung alam itu sendiri. Jadi kita sebagai manusia, jika masih ingin melihat keindahan, layaknya kita juga harus merawat, melindungi dan menjaga seperti kita menjaga diri kita sendiri.

Manusia dan Cinta Kasih (Tulisan 3) 

 


Tuhan menciptakan manusia begitu sempurna. Semua yang ada pada diri kita adalah sempurna, panca indera, tubuh, system penunjang tubuh, fasilitas-fasilitas yang diperlukan, bahkan perasaan. Perasaan adalah hal yang paling menonjol ketika kita merasakan sesuatu. Apakah perasaan itu sedih, senang, biingung, marah, kecewa, sakit, atau bahkan tidak merasakan perasaan apapun karena kebal terhadap perasaan yang terlalu sering dirasakan. Perasaan yang tidak bisa lepas dari manusia adalah cinta. Cinta terhadap suatu barang kesayangan, pasangan kekasih, orang tua, teman, dan lain-lain. Ya cinta itu sungguh indah..
Cinta yang akan saya bahas disini adalah cinta kasih. Setiap budaya apapun pasti mengajarkan cinta kasih. Seburuk-buruknya budaya itu, tidak mungkin hati kecilnya tidak merasakan cinta. Dalam beragama misalnya, disetiap agama apapun tidak pernah mengajarkan untuk saling membunuh, mendustai, atau apapun yang tidak baik. Dan perbuatan baik itu tidak bolek objektif, harus dilakukan oleh semua orang dan untuk siapa saja, kelak sebagai bekal untuk disurga nanti. Di dunia ini tidak ada yang namanya siapa yang paling benar, yang ada siapa yang paling mulia. Seperti contoh, ada seorang nenek ataupun nak kecil yang berkekurangan yang sedang butuh pertolongan, misalkan dalam berobat. Apa yang kita lakukan? Biasanya kita acuh terhadap orang seperti itu. Tapi biarkan mata hati kita terbuka dengan menolongnya semampu kita. Tidak perlu siapa dia, budayanya apa, orang tuanya siapa, tapi kita harus rela menolong. Ingat, saat kita menolong cam-kan peribahasa ataupun kiasan “Barangsiapa yang member dengan tangan kananmu, tangan kirimu tidak boleh mengethauinya.” Itu berarti bukan berarti kita menolong sesorang, kita harus mengumbar-umbarkan ke semua orang agar tau bahwa kita telah berbuat baik, namun biarkanlah Tuhan yang mencatat semua amal kita.
Contoh selajutnya, seseorang yang jahat terhadapmu, biarkanlah, jangan membalasnya dengan kejahatan pula, tapi balaslah dengan cinta kasih itu sendiri. Berdoalah, dan minta agar Tuhan memafkan dosa-dosa yang telah diperbuat oleh orang yang telah menjahati saudara. Niscaya, doa yang bersih, cinta yang suci akan membawa anda kelak sampai dirumah yang diatas.

Konsep IBD dalam Kesusastraan (Tulisan 2) 

 Tulisan ke 2 saya adalah ttg Konsep IBD dlm kesusastraan. Seperti yg pada tugas telah dijelasknan panjang lebar, saya hanya akan menceritakan pengalaman dalam topik ini.

Sewaktu saya menduduki bangku SMP, saya diajar oleh seorang guru yang bernama Pak Nardi, yang mengajar bahasa Indonesia. Saya sangat menyukai cara beliau mengajar, bahkan dalam mendidik anak-anaknya begitu keras namun perhatian. Pernah suatu kali aku berpikir, untuk meneruskan bidang saya dalam dunia Kesusastraan Indonesia karena beliau. Saya ingin sekali masuk ke perguruan tinggi jurusan Sastra Indonesia. Karena tidak hanya dalam cara beliau mengajar, tetapi saya mengetahui bahwa Indonesia kaya akan budaya yang begitu indah. Saat beliau menerangkan tentang pokok bahasan Novel dan Karya Sastra Buku, saya melihat bahwa tulisan-tulisan indah dari penulis membuat saya suka membuat cerpen-cerpen dengan bahasa yang cukup baku. Tidak hanya itu, beberapa penulis idola saya seperti Kahlil Gibran sangat menjunjung tinggi bahasa dan kiasan-kiasan. Yang saya lihat disini, penulis bukan hanya dari 1 daerah sehingga mayoritas atau semua penulisnya berasal dari budaya yang sama, tetapi dari semua budaya. Kata-kata yang tidak diperkenankan seperti menghina, mengejek, menyindir atau yang lainnya dalam membuat karya tulis itu tidak diperkenankan, sehingga penulis harus bisa menghargai. Itulah menurut saya mengapa budaya tidak hanya berpengaruh dalam lingkup lingkungan atau hal lainnya, tapi dalam sastra budaya pun sangat berpengaruh dalam kehidupan ini.

Demikian pengalaman saya pada topik ini, kiranya dapat memberi pencerahan tentang Konsep IBD dalam Kesusastraan

Hubungan Manusia dengan Kebudayaan (Tulisan 1)



ini adalah tulisan karya saya sendiri, yang akan menceritakan pengalaman saya tentang hubungan manusia dengan kebudayaan.
Seperti pada tugas saya, saya telah menjelaskan apa itu kebudayaan serta hubungan-hubungannya.
Pengalaman saya tentang kebudayaan ini adalah lebih menghargai tentang budaya satu sama lain. Kita tau bahwa kebudayaan di Indonesia sangat beragam, oleh karena itu Indonesisa termasuk salah satu negara yang kedekatan dengan adat istiadatnya masih sangat kental.
Saya terlahir dengan keluarga Jawa, diantaranya ayah saya dari Solo dan ibu saya dari Jogjakarta. begitu kental ajaran budaya kami untuk lebih sopan kepada orang yang berumur lebih tua dari kita (walaupun ini adalah tata krama umum di Indonesia). Jawa adalah sebuah pulau yang paling banyak penduduknya. Dan dengan budayanya yang begitu khas, membuat Jawa menjadi salah satu pulau dengan adat yang paling banyak dipeljari oleh orang asing. Ayah saya adalah salah satu keturunan dari Raja (maaf saya lupa namanya. Antara Pakubuwono atau Hamengkubuwono *maaf kesalahan nama*). Hingga jika saya nikah nanti, nama saya dapat ditambahkan gelar R.A. di depan nama asli saya. Kakek (dari ayah) saya pun adalah seniman wayang, membuat wayang kulit sendiri. Karya-karyanya masih tersimpan apik di keluarga 'budhe' saya (budhe panggilan bahasa Jawa untung bibi yang lebih tua dari orang tua kita). Cukup kental bukan keterikatan keluarga kami dengan Jawa? :)
Lalu sampai pada akhirnya kakak saya menikah dengan pria Batak Karo yang memiliki marga Purba. tentu kami memliki latar belakang budaya yang berbeda. Tetapi kami memiliki rasa ingin tau satu sama lain, bagaimana adat istiadat Karo tersebut, dll.Lalu kami mengetahui adanya beberapa sebutan yang dipakai dalam memanggil kerabat keluarga seperti, Bulang, Pak Tengah, Mak Tua, dll. Begitu unik sebutan yang dipakai dalam budaya mereka dibanding budaya Jawa yang sering kita dengar seperti Mbak, Mas, Budhe, Bule, Pakdhe, Pakle, dll. Dan untuk menghargai mereka pun kami memakai sebutan tersebut.
Sungguh unik Indonesia. Itu hanya 2 dari sekian macam budaya di Indonesia yang tidak semuanya saya tau. Yang jelas, kita harus tetap menjaga dan melestarikan budata adat istiadat nenek moyang leluhur kita, entah kita berpandang secara modern atau tradisional. Dengan tetap berpegang pada adat istiadat kita yang selayaknya, kita akan menjadi manusia utuh dengan segala kesempurnaan-Nya.